Lompat ke isi

Cara Menulis Alamat Paket yang Benar

Alamat kiriman ditulis dari yang paling rinci ke yang paling umum: nama penerima, jalan dan nomor rumah, RT/RW, desa atau kelurahan, kecamatan, kabupaten atau kota, provinsi, lalu kode pos. Nomor telepon penerima sebaiknya selalu disertakan agar kurir bisa menghubungi bila kesulitan menemukan lokasi.

Urutan yang dianjurkan

  1. Nama lengkap penerima
  2. Nama jalan dan nomor rumah
  3. RT/RW, nama perumahan atau patokan bila ada
  4. Desa atau kelurahan
  5. Kecamatan
  6. Kabupaten atau kota
  7. Provinsi
  8. Kode pos
  9. Nomor telepon aktif

Kesalahan yang sering terjadi

  • Menulis kode pos saja tanpa nama desa. Satu kode pos sering dipakai beberapa desa, jadi tetap tulis desa dan kecamatannya.
  • Menyingkat nama kecamatan. Singkatan yang tidak lazim membuat penyortiran keliru.
  • Alamat kantor tanpa nama gedung atau lantai. Tambahkan agar kurir tidak berputar mencari.
  • Nomor telepon tidak aktif. Ini penyebab paling umum kiriman tertahan.

Menempel label

Tulis atau tempel label pada sisi terlebar kemasan, hindari menempel di lakban sambungan agar tidak sobek saat dibuka. Bila menulis tangan, gunakan huruf cetak dan spidol permanen. Lapisi dengan lakban bening agar tidak luntur bila terkena air.

Ditinjau ulang 2026-09-02. Ketentuan layanan, tarif, dan jam operasional dapat berubah — untuk kepastian, tanyakan langsung ke kantor pos terdekat.

Panduan Lainnya

Lihat semua ›